cerita inspirasi

Asih Makarti Muktitama

C14100033

Salah satu pengalaman pribadi saya yang mungkin dapat dijadikan insprasi bagi orang lain.Ketika itu, saya baru lulus SMP dan saya ingin masuk SMA yang saya inginkan. Namun saat hasil nilai ujian nasional diposkan kerumah, hasil yang diharapkan tidak terwujud. Saya hanya mendapatkan rata-rata nila ujian nasional 7.00. padahal di SMA yang sangat saya idamkan tersebut nilai rata-rata ujian nasional harus minimal 7,50. doa dan usaha yang selama ini dilakukan tak membuahkan hasil. Mungkin karena saat ujian nasional saya sakit sehingga mengerjakan soal ujian kurang teliti.

Akhirnya saya masuk di SMA yang bukan keinginan saya. Ketika saya mulai masuk dan bersekolah saya tidak begitu nyaman beradaptasi dengan orang-orang dan guru-guru disana. Saya merasa sulit untuk bergaul karena ada senioritas di sana.

Tiap kali ada lomba di sekolah, seperti OSN, saya selalu ikut. Sekalipun tidak pernah menang, namun saat pelatihan bersama guru-guru yang mengajarkan pelatihan dan juga teman-teman yang ikut pelatihan, saya mulai menyenangi sekolah ini. Saya dapat lebih dekat dengan guru dibandingkan waktu SMP dan saya bisa kembali nyaman bersekolah disana. Sekalipun saya termasuk siswa yang banyak bermasalah dengan guru dan teman-teman. Saya tetap senang bersekolah disana.

Sampai akhirnya ketika saya lulus SMA, saya diterima di perguruan tinggi yang saya inginkan, dengan jalur masuk yang saya inginkan (USMI) dan jurusan yang saya inginkan. Kegagalan saya untuk masuk di SMA favorit telah Allah gantikan dengan perguruan tinggi negeri yang saya inginkan.

Comments

cerita inspirasi

Asih Makarti Muktitama

C14100033

Salah satu pengalaman pribadi saya yang mungkin dapat dijadikan insprasi bagi orang lain.Ketika itu, saya baru lulus SMP dan saya ingin masuk SMA yang saya inginkan. Namun saat hasil nilai ujian nasional diposkan kerumah, hasil yang diharapkan tidak terwujud. Saya hanya mendapatkan rata-rata nila ujian nasional 7.00. padahal di SMA yang sangat saya idamkan tersebut nilai rata-rata ujian nasional harus minimal 7,50. doa dan usaha yang selama ini dilakukan tak membuahkan hasil. Mungkin karena saat ujian nasional saya sakit sehingga mengerjakan soal ujian kurang teliti.

Akhirnya saya masuk di SMA yang bukan keinginan saya. Ketika saya mulai masuk dan bersekolah saya tidak begitu nyaman beradaptasi dengan orang-orang dan guru-guru disana. Saya merasa sulit untuk bergaul karena ada senioritas di sana.

Tiap kali ada lomba di sekolah, seperti OSN, saya selalu ikut. Sekalipun tidak pernah menang, namun saat pelatihan bersama guru-guru yang mengajarkan pelatihan dan juga teman-teman yang ikut pelatihan, saya mulai menyenangi sekolah ini. Saya dapat lebih dekat dengan guru dibandingkan waktu SMP dan saya bisa kembali nyaman bersekolah disana. Sekalipun saya termasuk siswa yang banyak bermasalah dengan guru dan teman-teman. Saya tetap senang bersekolah disana.

Sampai akhirnya ketika saya lulus SMA, saya diterima di perguruan tinggi yang saya inginkan, dengan jalur masuk yang saya inginkan (USMI) dan jurusan yang saya inginkan. Kegagalan saya untuk masuk di SMA favorit telah Allah gantikan dengan perguruan tinggi negeri yang saya inginkan.

Comments

cerita inspirasi

Asih Makarti Muktitama

C14100033

MY INSPIRATION

Tokoh yang selama ini menginspirasi saya untuk menjalani hidup adalah AISYAH. Aisyah merupakan laksana lautan luas dalam kedalaman ilmu dan takwa. Di kalangan wanita, dialah sosok yang banyak menghafal haditst-haditst Nabi, dan di antara istriistri Nabi, dia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki istri Nabi yang lain. Ayahnya adalah sahabat dekat Rasulullah yang menemani beliau hijrah.

Dan saya pernah membaca cerita aisyah yang kisahnya seperti ini

Aisyah pernah mengalami fitnah yang mengotori lembaran sejarah kehidupan sucinya, hingga turun ayat Al-Q ur’an yang menerangkan kesucian dirinya. Kisahnya bermula dari sini. Seperti biasanya, sebelum berangkat perang, Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. Ternyata undian jatuh kepada Aisyah, sehingga Aisyah yang menyertai beliau dalam Perang Bani al-Musthaliq. Saat itu bertepatan dengan turunnya perintah memakai hijab. Setelah perang selesai dan kaum muslimin memetik kemenangan, Rasulullah kembali ke Madinah. Ketika tentara Islam tengah beristirahat di sebuah pelataran, Aisyah masih berada di dalam sekedup untanya. Pada malam harinya, Rasulullah mengizinkan rombongan berangkat pulang. Ketika itu Aisyah pergi untuk hajatnya, dan kembali. Ternyata, kalung di lehernya jatuh dan hilang, sehingga dia keluar dan sekedup dan mencari-cari kalungnya yang hilang. Ketika pasukan siap berangkat, sekedup yang mereka angkat ternyata kosong. Mereka mengira Aisyah berada di dalam sekedup. Setelah kalungnya ditemukan, Aisyah kembali ke pasukan, namun alangkah kagetnya karena tidak ada seorang pun yang dia temukan. Aisyah tidak meninggalkan tempat itu, dan mengira bahwa penuntun unta akan tahu bahwa dirinya tidak berada di dalamnya, sehingga mereka pun akan kembali ke tempat semula. Ketika Aisyah tertidur, lewatlah Shafwan bin Mu’thil yang terheran-heran melihat Aisyah tidur. Dia pun mempersilakan Aisyah menunggangi untanya dan dia menuntun di depannya. Berawal dari kejadian itulah fitnah tersebar, yang disulut oleh Abdullah bin Ubay bin Salul.

Ketika tuduhan itu sarnpai ke telinga Nabi, beliau mengumpulkan para sahabat dan meminta pendapat mereka. Usamah bin Zaid berkata, “Ya Rasulullah, dia adalah keluargamu … yang kau ketahui hanyalah kebaikan semata.“ Ali juga berpendapat, “Ya Rasulullah, Allah tidak pernah mempersulit engkau. Banyak wanita selain dia.” Dari perkataan Ali, ada pihak yang memperuncing masalah sehingga terjadilah pertentangan berkelanjutan antara Aisyah dan Ali. Mendengar pendapat-pendapat dari para sahabat Nabi, bentambah sedihlah Aisyah, terlebih setelah dia melihat adanya perubahan sikap pada diri Nabi.

Ketika Aisyah sedang duduk-duduk bersarna orang tuanya, Rasulullah menghampirinya dan bersabda:

“Wahai Aisyah aku mendengar berita bahwa kau telah begini dan begitu. Jika engkau benar-benar suci, niscaya Allah akan menyucikanmu. Akan tetapi, jika engkau telah berbuat dosa, bertobatlah dengan penuh penyesalan, niscaya Allah akan mengampuni dosamu.” Aisyah menjawab, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau telah mendengar kabar inmi, dan ternyata engkau mempercayainya. Seandainya aku katakan bahwa aku tetap suci pun, niscaya hanya Allahlah yang mengetahui kesucianku, dan tentunya engkau tak akan mempercayaiku. Akan tetapi, jika aku mengakui perbuatan itu, sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tetap suci, maka kau akan mempercayai perkataanku. Aku hanya dapat mengatakan apa yang dikatakan Nabi Yusuf, ‘Maka bersabar itu lebih baik’. Dan Allah pula yang akan menolong atas apa yang engkau gambarkan.”

Aisyah sangat mengharapkan Allah menurunkan wahyu berkaitan dengan masalahnya, namun wahyu itu tidak kunjung turun. Baru setelah beberapa saat, sebelum seorang pun meninggalkan rumah Rasulullah, wahyu yang menerangkan kesucian Aisyah pun turun kepada beliau. Rasulullah segera menemui Aisyah dan berkata, “Hai Aisyah, Allah telah menyucikanmu dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS. An-Nuur:11)

Demikianlah kemulian yang disandang Aisyah, sehingga bertambahlah kemuliaan dan keagungannya di hati Rasulullah. Dengan membaca kisah ini, saya menyadari bahwa aisyah merupakan salah satu orang saya kagumi . walaupun byk fitnah  yg di tuduh kepadanya, akan tetapi, dia membalasnya dengan kesabaran yang sampai saat ini saya belum bisa seperti  dia.

Comments